# BRMP Buah Tropika Jadi Narasumber Pengembangan Durian di Kota Sawahlunto
Sawahlunto, 1 September 2026 — BRMP Buah Tropika turut mendukung pengembangan komoditas durian di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, melalui kegiatan peningkatan kapasitas petani dalam budidaya durian.
Pada Selasa, 1 September 2026, BRMP Buah Tropika menugaskan Kuswandi, SP, MSi sebagai narasumber untuk menyampaikan materi mengenai panduan budidaya durian. Kegiatan yang diikuti oleh 25 perwakilan kelompok tani tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari program yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Bagas Panyusunan Nasution.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Vera Yusria, SP, MSi, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan benih empat komoditas buah tropika kepada sejumlah kabupaten/kota. Keempat komoditas tersebut meliputi manggis, durian, alpukat, dan pisang.
Khusus untuk Kota Sawahlunto, bantuan yang diberikan berupa 2.800 benih durian varietas Kromo Banyumas, yang lebih dikenal masyarakat dengan nama durian Bawor. Benih tersebut akan dikembangkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Barangin dan Kecamatan Lembah Segar, dengan lokasi penanaman berada pada ketinggian sekitar 580–800 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Untuk memastikan bantuan benih dapat dikembangkan secara optimal, peningkatan pengetahuan dan keterampilan calon petani menjadi salah satu aspek penting. Karena itu, BRMP Buah Tropika dihadirkan sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman teknis mengenai budidaya durian, mulai dari persiapan dan penanaman hingga pemeliharaan tanaman.
Dalam pemaparannya, Kuswandi menjelaskan berbagai aspek penting dalam budidaya durian yang perlu diperhatikan petani agar tanaman dapat tumbuh sehat dan berproduksi secara optimal. Materi juga mencakup pengelolaan tanaman dan pemupukan sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan serta produktivitas durian.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah petani mengajukan pertanyaan terkait teknis budidaya, terutama mengenai pemupukan tanaman durian, baik jenis pupuk, waktu pemberian, maupun kebutuhan pupuk sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon petani penerima bantuan benih memiliki bekal pengetahuan yang memadai sehingga pengembangan durian di Kota Sawahlunto dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan. Selain meningkatkan produktivitas tanaman, pengembangan komoditas durian juga diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di daerah tersebut.(KSW)